Welcome

...Welcome and Happy Reading...

STRATEGI PERTUMBUHAN USAHA GO-DHANG CHIPS UNTUK MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN

Profil


Nama
: Dhea Alfira
NIM
: 1717201145
Kelas
: 3 Ekonomi Syariah D
Mata Kuliah
: Ekonomi Manajerial
Dosen Pengampu
: Mahardhika Cipta Raharja, S.E., M.Si.



PENDAHULUAN
Perusahaan merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang program pemerintah diberbagai sektor perekonomian. Dimasa sekarang ini, suatu usaha bisnis baik perorangan maupun kelompok memiliki masing-masing peluang untuk memasarkan produknya. Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang ketat, terutama pada usaha yang sejenis. Dengan demikian suatu perusahaan dituntut bekerja lebih efisien supaya dapat tetap bertahan dalam bidangnya masing-masing.
Suatu usaha sudah pasti mempunyai tujuan untuk menghasilkan laba atau keuntungan agar tetap bersaing dan menguasai pasar. Untuk itu, setiap pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi guna pertumbuhan yang tepat agar tidak kalah bersaing dengan perusahaan lainnya dan tetap menjaga eksistensi suatu produk atau jasa yang dihasilkan.


PEMBAHASAN
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan dan eksekusi sebuah aktifitas dalam kurun waktu tertentu.[1] Dalam bisnis, strategi biasanya ditujukan guna bagaimana cara bersaing dalam melakukan produksi maupun pendistribusian produk atau jasa. Dalam persaingan ini mencakup ancaman pedagang baru, daya tawar menawar pemasok, daya tawar pembeli, daya tawar produk pengganti dan persaingan antar pesaing.
Strategi yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan tentu berbeda-beda, kategori strategi yang dijalankan perusahaan yaitu dilakukan dalam rangka mengejar kemajuan suatu usaha berupa kenaikan penjualan, profit, ekspansi usaha, dan lain-lain yang akan berdampak pada pengembangan atau pertumbuhan perusahaan. Begitu pun dengan strategi yang dilakukan oleh usaha kecil seorang mahasiswa IAIN Purwokerto bernama Indah Febri Lestari yaitu keripik pisang atau sering dikenal dengan nama Go-Dhang Chips yang mulai berdiri pada tanggal 08 Agustus 2018. Strategi yang dilakukan diantaranya yaitu strategi diferensiasi produk dan strategi Intensif.
Berikut beberapa strategi yang dilakukan dalam usaha Go-Dhang Chips : 
1.        Strategi Diferensiasai Produk
Diferensiasi produk adalah usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik baik langsung maupun tidak langsung kepada konsumen dibandingkan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama atau sejenis ataupun berbeda.[2] Tujuannya yang pertama untuk membedakan produk perusahaan tertentu dengan produk perusahaan lain, kedua untuk memungkinkan ditentukannya harga yang berbeda dibandingkan produk yang sama dari perusahaan lain, ketiga untuk menentukan dan membedakan mutu produk antar perusahaan. Diferensiasi produk bisa dalam hal pemberian merk, perbedaan bentuk dan kemasan. Ketika konsumen membeli keripik pisang pasti yang mereka pikirkan pertama kali adalah bahwa keripik pisang sudah tentu memiliki bentuk dan rasa yang pada umumnya mereka kenal. Keripik pisang yang diproduksi oleh Indah Febri Lestari diberi merk yaitu Go-Dhang Chips yang memiliki arti Go adalah sebuah harapan untuk terus maju, dhang itu berasal dari kata gedhang atau dalam bahasa Indonesia yaitu pisang dan chips adalah keripik, yang berarti harapan produsen untuk terus maju dalam memproduksi keripik pisang.[3]
Terkait dengan bentuk yang diproduksi, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan keripik pisang yang secara umum kita ketahui, namun Go-Dhang Chips disini tetap memiliki perbedaan yaitu dengan bentuk produk yang tipis, sehingga akan terasa renyah ketika di konsumsi dengan rasa tambahan yang bermacam-macam menambah daya tarik konsumen untuk membeli produk Go-Dhang Chips itu sendiri.
Kemasan yang digunakan yaitu menggunakan bahan alumunium foil, dikemas dengan begitu rapi, tertutup dengan sempurna sehingga terjaga kebersihan dari produk yang dihasilkan. Hal-hal yang telah dijelaskan diatas, akan menambah daya tarik konsumen untuk membeli keripik pisang yang tidak biasa, semakin banyak konsumen yang tertarik untuk membeli akan berdampak pada keuntungan yang dihasilkan.
2.       Strategi Intensif (Intensive Stategy). Disebut strategi intensif karena dilakukan dengan mengerahkan berbagai usaha yang intensif dengan syarat perusahaan dapat memperbaiki posisi kompetitifnya dengan produk yang ada saat ini. Strategi intensif dibagi menjadi 3, antara lain Strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy), Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy) dan Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)[4], yaitu :
a.    Strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy)
Strategi ini dijalankan untuk meningkatkan market share dari produk yang ada saat ini pada keadaan pasar melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih gencar. Cara melaksanakan strategi penetrasi pasar dengan menggencarkan unsur pemasaran promosi dan harga, yaitu antara lain menaikkan jumlah tenaga penjualan, meningkatkan anggaran iklan, menawarkan secara gencar berbagai item promosi penjualan, atau bahkan meningkatkan aktivitas publisitas. Go-Dhang Chips menerapkan strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan penjualannya dengan melakukan upaya pemasaran yang lebih besar. Yaitu promosi tidak hanya dari mulut ke mulut, tetapi dengan memanfaatkan sosial media, antara lain Whatsapp dan Instagram. Alamat Instagram Go-Dhang Chips dapat dilihat di @godhang_chips. Untuk mendukung strategi tersebut Go-Dhang Chips berusaha menciptakan suatu trend iklan yang unik dan kreatif. Go-Dhang Chips setiap melakukan promosi selalu menggunakan kalimat “Go-Dhang Chips gurihya bikin nagih..” dilihat dari iklan tersebut, Go-Dhang Chips ingin menciptakan suatu image bahwa dengan mengonsumsi Go-Dhang Chips bisa membuat konsumen menjadi ketagihan untuk terus mengonsumsi lagi dan lagi.


b.    Strategi Pengembangan Pasar (Market Development Strategy)
Strategi Pengembangan pasar ke pasar baru ini dijalankan dengan memperluas area pemasaran baru, menambah daerah baru, mengubah dari bukan pemakai menjadi pemakai, menarik pelanggan dari pesaing. Go-Dhang Chips membuka peluang bagi orang lain yang ingin berwirausaha dengan modal yang tidak terlalu besar, yaitu dengan bergabung kedalam usaha Go-Dhang Chips sebagai reseller. Yang awalnya produsen menjual produknya secara pribadi, tentu laba yang dihasilkan pun masih sedikit, tetapi kini dengan semakin banyaknya reseller yang bergabung, otomatis produksi akan meningkat yang berdampak pula pada permintaan pasar, dengan begitu semakin banyak konsumen yang mengetahui produk Go-Dhang Chips dan laba yang diperoleh pun akan meningkat.
Go-Dhang Chips saat ini sudah memiliki kurang lebih 15 reseller yang berasal dari dalam kota maupun luar kota seperti Bekasi. Promosi yang dilakukan lewat sosial media menjadi salah satu penyebab semakin banyaknya reseller yang bergabung yang berdampak pula pada prospek penjualan produk Go-Dhang Chips.
c.    Strategi Pengembangan Produk (Product Development Strategy)
Merupakan strategi yang dijalankan untuk menaikkan penjualan dengan memodifikasi produk yang ada saat ini. Go-Dhang Chips merupakan keripik pisang yang umunya mempunyai rasa original saja, tetapi Go-Dhang Chips mengembangkan produknya dengan berbagai varian rasa yang disukai dari kalangan anak kecil, anak muda bahkan orang tua, antara lain tersedia rasa balado, vanilla milk, green tea, thai tea, tiramissu dan coklat. Dengan banyaknya varian rasa membuat konsumen tidak bosan untuk terus mengonsumsi Go-Dhang Chips.

PRODUK GO-DHANG CHIPS

Coklat

Green Tea

Balado

Thai Tea


PENUTUP
Setiap perusahaan tentu memiliki strategi yang berbeda-beda tergantung kebutuhan perusahaan dalam memasarkan produk atau jasanya dalam memaksimalkan keuntungan perusahaan. Begitu pun dengan usaha yang dijalankan oleh Indah Febri Lestari dengan produk makananya yaitu keripik pisang atau Go-Dhang Chips. Stategi yang dilakukan oleh Febri meliputi strategi diferensiasi produk yaitu usaha untuk membedakan produk yang sejenis dengan cara memberikan merk pada produk yang dijual. Ia memberi nama pada produknya yaitu Go-Dhang Chips. Kemudian strategi Intensif, yang dibagi menjadi tiga macam, antara lain strategi penetrasi pasar (market penetration strategy), strategi pengembangan pasar (market development strategy) dan strategi pengembangan pasar (market development strategy).
Strategi yang dilakukan produsen terhadap produk yang dijual tentu memiliki tujuan agar produknya tetap eksis dan banyak diminati oleh konsumen. dengan strategi pertumbuhan yang baik, kemudian dijalankan dengan sungguh-sungguh tentu melihat situasi atau kondisi perusahaan akan dapat memberikan dampak yang baik terhadap perusahaan, sehingga produsen dapat memaksimalkan keuntungan.


[1] Yosua Halomoan Iulando Siregar, “Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Ekspor” dalam Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 42 No.1 Januari 2017, hlm. 38.
[2] Iskandar Putong, Pengantar Ekonomi Mikro & Makro : Edisi 2 (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), hlm. 136.
[3] Wawancara dengan Indah Febri Lestari  pada 7 November  2018  di Pondok Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah Zam-Zam Purwokerto. Dia adalah pemilik usaha Go-Dhang Chips.
[4] Yosua Halomoan Iulando Siregar, “Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Ekspor”... hlm. 44.

DAFTAR PUSTAKA

Putong, Iskandar. 2003. Pengantar Ekonomi Mikro & Makro : Edisi 2. Jakarta. Ghalia Indonesia

Siregar, Yosua Halomoan Iulando, dkk. 2017. “Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Ekspor” dalam Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 42 No.1 Januari 2017.
Wawancara dengan Indah Febri Lestari pada 7 November  2018 di Pondok Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah Zam-Zam Purwokerto.

Postingan terkait:

Posting Komentar

- See more at: http://www.mumu32.blogspot.co.id/2016/.html##templatehtml.ixVYTLe5.dpuf
...Thanks for Happy Reading and Enjoy...
- See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-kotak-komentar-keren-di_8.html#sthash.ixVYTLe5.dpuf